|
|

Published on 19th
May 2002
The
Twelve Successors
(Indonesian language)
Submitted
by al-Islam.org Nutshell
Bingung?
Kita perlu pendapat seorang ulama Sunni lain yang dapat
mengklarifikasi siapa Dua Belas Pengganti, Khalifah, para Amir
atau Imam-imam sebenarnya:
Ulama terkenal Al-Dhahabi mengatakan dalam bukunya
Tadzkirat al-Huffaz, jilid 4, halaman 298, dan Ibn Hajar al-'Asqalani
menyatakan dalam al-Durar al-Kaminah, jilid 1, hal. 67
bahwa Sadruddin Ibrahim bin Muhammad bin al-Hamawayh al-Juwayni
al-Shafi'i (disingkat Al-Juwayni) adalah seorang ahli Hadis
yang mumpuni. Al-Juwayni menyampaikan dari Abdullah bin Abbas (ra)
bahwa Nabi ('s) mengatakan,
"Saya adalah penghulu para Nabi dan
Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin para penerus, dan sesudah saya
akan ada dua belas penerus. Yang pertama adalah Ali bin Abi
Thalib dan yang terakhir adalah Al-Mahdi.”
Al-Juwayni juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas (r) bahwa
Rasulullah ('s) berkata:
"Sudah pasti bahwa wakil-wakilku dan
Bukti Allah bagi makhluk sesudahku ada dua belas. Yang pertama di
antara mereka adalah saudaraku dan yang terakhir adalah anak (cucu)
ku.”
Orang bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah
saudaramu itu?”.
Beliau menjawab: “Ali bin Abi Thalib.”
Lalu
beliau ditanyai lagi: “ Dan siapakan anak (cucu) mu itu?”
Nabi
yang suci (sawa) menjawab: ”Al-Mahdi. Dia akan mengisi bumi
dengan keadilan dan persamaan ketika ia (bumi) dipenuhi
ketidakadilan dan tirani. Dan demi Yang Mengangatku sebagai
pemberi peringatan dan memberiku kabar gembira, meski
seandainya masa berputarnya dunia ini tinggal sehari saja, Allah
SWT akan memperpanjang hari itu sampai diutusnya (anakku) Mahdi,
kemudian ia akan disusul Ruhullah Isa bin Maryam (a.s.) yang turun
ke bumi dan berdoa di belakangnya (Mahdi). Dunia akan diterangi
oleh sinarnya, dan kekuatannya akan mencapai hingga ke timur dan
ke barat.”
Al-Juwayni juga meriwayatkan bahwa Rasulullah
(sawa) mengatakan:
"Aku dan Ali dan Hasan dan Husain dan sembilan anak cucu Husain
adalah yang disucikan (dari dosa) dan dalam kebenaran.”
[Al-Juwayni, Fara'id al-Simtayn, Mu'assassat al-Mahmudi li-Taba'ah, Beirut 1978, p.
160.]
Di antara semua mazhab Islam, hanya Syiah Imamiyah Itsna
‘Asyariyah (Syiah Dua Belas Imam) yang percaya pada
individu-individu itu sebagai Dua Belas orang yang benar dan
berhak sebagai Penerus Nabi (sawa) dan pelajarilah pemahaman Islam
dari mereka.
Untuk keterangan lebih detil tentang Islam yang otentik,
kunjungi situs ini: http://al-islam.org/faq/
Jabir bin Samura meriwayatkan: Saya mendengar Nabi
(sawa) berkata:
"Kelak akan ada Dua Belas Pemimpin.” Ia lalu melanjutkan
kalimatnya yang saya tidak mendengarnya secara jelas. Ayah saya
mengatakan, bahwa Nabi menambahkan, ”Semuanya berasal dari suku
Quraisy."
[Sahih al-Bukhari (Bahasa Inggris), Hadith:
9.329, Kitabul Ahkam;
Sahih al-Bukhari, (Bhs Arab), 4:165, Kitabul
Ahkam]
Nabi
('s) bersabda:
"Agama (Islam) akan berlanjut sampai
datangnya Saat (Hari Kebangkitan), berkat peranan Dua Belas
Khalifah bagi kalian, semuanya berasal dari suku Quraisy."
[Sahih Muslim, (English), Chapter DCCLIV, v3,
p1010, Hadis no. 4483; Sahih Muslim (Bhs Arab), Kitab al-Imaara,
1980 Edisi Saudi Arabia, v3, p1453, Hadis no.10]
Siapakah
Dua Belas Penerus
Nabi ('s)?
|
Apa
yang dikatakan para Ulama Sunni:
|
|
Ibn al-'Arabi:
|
Kami
telah menghitung pemimpin (Amir-Amir) sesudah Nabi (sawa)
ada dua belas. Kami temukan nama-nama mereka itu
sebagai berikut: Abubakar, Umar, Usman, Ali, Hasan,
Muawiyah, Yazid, Muawiyah bin Yazid, Marwan, Abdul
Malik bin Marwan, Yazid bin Abdul Malik, Marwan bin
Muhammad bin Marwan, As-Saffah... Sesudah ini ada lagi
27 khalifah Bani Abbas.
Jika kita perhitungkan 12 dari mereka, kita hanya
sampai pada Sulaiman. Jika kita ambil apa yang
tersurat saja, kita cuma mendapatkan 5 orang di antara
mereka dan kepadanya kita tambahkan 4 ‘Khalifah
Rasyidin’, dan Umar bin Abdul Aziz….
Saya tidak paham arti hadis ini.
[Ibn
al-'Arabi, Sharh Sunan Tirmidhi, 9:68-69]
|
|
Qadi
'Iyad al-Yahsubi:
|
Jumlah khalifah yang ada lebih dari itu. Adalah
keliru untuk membatasinya hanya sampai angka dua belas.
Nabi (saw) tidak mengatakan bahwa jumlahnya hanya dua
belas dan bahwa tidak ada tambahan lagi. Maka mungkin
saja jumlahnya lebih banyak lagi.
[Al-Nawawi,
Sharh Sahih Muslim, 12:201-202;
Ibn Hajar
al-'Asqalani, Fath al-Bari, 16:339]
|
|
Jalal al-Din
al-Suyuti:
|
Hanya ada dua belas Khalifah sampai Hari
Pengadilan. Dan mereka akan terus melangkah dalam
kebenaran, meski mungkin kedatangan mereka tidak
secara berurutan. Kita lihat bahwa dari yang dua belas
itu, 4 adalah Khalifah Rasyidin, lalu Hasan, lalu
Muawiyah, lalu Ibnu Zubair, dan akhirnya Umar bin
Abdul Aziz. Semua ada 8. Masih sisa 4 lagi. Mungkin
Mahdi, Bani Abbasiyah bisa dimasukkan ke dalamnya
sebab dia seorang Bani Abbasiyah seperti Umar bin
Abdul Aziz yang (berasal dari) Bani Umayyah. Dan Tahir
Abbasi juga bisa dimasukkan sebab dia pemimpin yang
adil. Jadi, masih dua lagi. Salah satu di antaranya
adalah Mahdi, sebab ia berasal dari Ahlul Bait (keluarga)
Nabi (as).”
[Al-Suyuti,
Tarikh al-Khulafa, Halaman 12;
Ibn Hajar
al-Haytami, Al-Sawa'iq al-Muhriqa Halaman 19]
|
|
Ibn Hajar
al-'Asqalani:
|
Tidak seorang pun mengerti tentang hadis dari
Sahih Bukhari ini.
Adalah tidak benar untuk mengatakan bahwa Imam-imam
itu akan hadir sekaligus pada satu saat bersamaan.
[Ibn Hajar
al-'Asqalani, Fath al-Bari 16:338-341]
|
|
Ibn
al-Jawzi:
|
Khalifah pertama Bani Umayyah adalah Yazid bin
Muawiyah dan yang terakhir adalah Marwan Al-Himar.
Total jumlahnya tiga belas. Usman, Muawiyah dan Ibnu
Zubair tidak termasuk karena mereka tergolong Sahabat
Nabi (s). Jika kita kecualikan (keluarkan)
Marwan bin Hakam karena adanya kontroversi tentang
statusnya sebagai Sahabat atau karena ia berkuasa
padahal Abdullah bin Zubair memperoleh dukungan
masyarakat, maka kita mendapatkan angka Dua Belas.…
Ketika kekhalifahan muncul dari Bani Umayyah,
terjadilah kekacauan yang besar sampai kukuhnya (kekuasaan)
Bani Abbasiyah. Bagaimana pun, kondisi awal telah
berubah total. [Ibn al-Jawzi, Kashf al-Mushkil,
sebagaimana dikutip dalam Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath
al-Bari 16:340 dari Sibt Ibn al-Jawzi]
|
|
Al-Nawawi:
|
Ia bisa saja berarti bahwa kedua belas Imam
berada dalam masa (periode) kejayaan Islam. Yakni
ketika Islam (akan) menjadi dominan sebagai agama.
Para Khalifah ini, dalam masa kekuasaan mereka, akan
menyebabkan agama menjadi mulia.
[Al-Nawawi,
Sharh Sahih Muslim ,12:202-203]
|
|
Al-Bayhaqi:
|
Angka (dua belas) ini dihitung hingga periode
Walid bin Abdul Malik. Sesudah ini, muncul kerusakan
dan kekacauan. Lalu datang masa dinasti Abbasiyah.
Laporan ini telah meningkatkan jumlah Imam-imam. Jika
kita abaikan karakteristik mereka yang datang sesudah
masa kacau-balau itu, maka angka tadi menjadi jauh
lebih banyak.” [Ibn Kathir, Ta'rikh, 6:249; Al-Suyuti,
Tarikh al-Khulafa Halaman 11]
|
|
Ibn
Kathir:
|
Barang siapa mengikuti Bayhaqi dan setuju dengan
pernyataannya bahwa kata ‘Jama’ah’ berarti
Khalifah-khalifah yang datang secara tidak berurutan
hingga masa Walid bin Yazid bin Abdul Malik yang jahat
dan sesat itu, maka berarti ia (orang itu) setuju
dengan hadis yang kami kritik dan mengecualikan
tokoh-tokoh tadi.
Dan jika kita menerima Kekhalifahan Ibnu Zubair
sebelum Abdul Malik, jumlahnya menjadi enam belas.
Padahal jumlah seluruhnya seharusnya dua belas sebelum
Umar bin Abdul Aziz. Dalam perhitungan ini, Yazid bin
Muawiyah termasuk di dalamnya sementara Umar bin Abdul
Aziz tidak dimasukkan. Meski demikian, sudah
menjadi pendapat umum bahwa para ulama menerima Umar
bin Abdul Aziz sebagai seorang Khalifah yang jujur dan
adil.
[Ibn
Kathir, Ta'rikh, 6:249-250]
|
|
|