Victory News Magazine

Tujuh Teori Terrors Dahsyat AS Versi Djalaludin Rahmat

Index
| Ahadith | Articles | Ashurra
| Awards | Calendar | Contact Us | Dua'as | DVD | Gallery | Haj | Holy Places | Home | Islamic Arts | Member Writers | Muharram | Online Books | Poetry | Ramadhan | The Beauty of The Muslim Woman |
www.victorynewsmagazine.com

Submitted by Lukman ul-Hakim

BANDUNG, Indonesia.

19th September, 2001

Istiqlal Mosque, Jakarta

Berbagai teori soal siapa pelaku aksi teror di Amerika telah bermunculan. Pemerintahan Negeri Paman Sam itu sendiri kian santer menuding jutawan asal Arab Saudi Osama bin Laden sebagai biang pelakunya. Lantas kenapa nama Gus Dur bisa terkait? Djalaludin Rahmat punya sejumlah teori. 

"Yang jelas, pelakunya selain gila, profesional, dia juga harus pintar," kata Dr H Djalaludin Rahmat, pengamat politik dan ahli komunikasi saat ditemui wartawan di Bandung, Senin (19/9/2001). 

Kang Djalal, panggilan akrabnya, punya sejumlah teori soal dalang aksi teror terheboh dalam sejarah itu yang diperolehnya dari menganalisis informasi, pemberitaan dan fakta-fakta. Sedikitnya ada 6 teori "sahih" dan satu teori "guyon" yang bisa dikumpulkannya. 

Berikut paparan dan analisisnya: 

Pertama, aksi teror memang dilakukan Osama bin Laden dibantu sejumlah teroris lainnya. "Dan memang ini yang dibeli kemudian dijual oleh AS dan Israel melalui pemberitaannya di media-media," katanya. 

Namun teori ini mempunyai banyak kelemahan, yaitu sang teroris itu harus teramat pintar. Di sisi lain, Paman Sam teramat bodoh untuk tidak mengatakan "goblok". "Karena itu, dua-duanya tidak bisa diterima. Betul sang teroris itu pintar, tapi tidak teramat pintar. Begitu juga AS, tidak bisa dia dikatakan terlalu bodoh," katanya. 

Teori kedua, di AS memang ada milisia yang anti kemapanan (establishment). Hal ini sudah diungkapkan oleh Dr Zaki Badawi, Rektor Moslem University di London Inggris. "Sebetulnya teori ini masuk akal, tetapi karena tidak pas dengan selera AS atau pemberitaan media massa, akhirnya tidak lagi terlalu di-blow up" dalam pemberitaan," katanya. 

Ketiga, aksi teror dilakukan oleh kelompok militer di AS yang marah karena budget anggaran militer dipangkas drastis oleh Presiden Bush. "Mereka marah karena proyek perlindungan keamanan dalam negerinya juga ditolak oleh Kongres," papar Kang Jalal lagi. 

Keempat, adanya aksi konspirasi bersama yang dilakukan oleh masyarakat Yahudi internasional untuk menghancurkan lawan-lawannya di Timur Tengah. "PM Israel Ariel Sharon pernah menegaskan tekadnya untuk membasmi habis aksi perlawanan yang menentang negaranya," tegas Kang Jalal. 

Konspirasi semacam ini terlihat dari upaya terus-menerus untuk menyudutkan masyarakat Arab dan Islam, sebagai pelakunya. Di situ, Kang Jalal mensinyalir keterlibatan stasiun berita TV CNN. "Misalnya soal manivest pesawat yang belum diumumkan secara terbuka, CNN sudah mengumumkan adanya nama-nama Arab yang dicurigai," paparnya. 

Meski kemudian soal nama Bukhari bersaudara yang semula juga dimunculkannya didebat karena ternyata yang bersangkutan masih hidup, CNN ternyata tidak ada itikad baik meralatnya di dalam pemberitaan TV. "Mereka hanya meralatnya melalui CNN.Com di internet," kata Kang Jalal lagi. 

Belum lagi, soal tayangan berulang kali stasiun TV ini yang menyoroti ambulans "Yahudi" yang hilir mudik berulang kali. "Itu diulang-ulang terus oleh CNN," katanya. 

Dengan konspirasi demikian, termasuk lobi Yahudi yang kuat di pemerintahan AS, Israel ingin menjadikan semua musuhnya sebagai lawan bersama AS dan negara-negara barat lainnya. "Kalau hanya satu orang Osama bin Laden, masa harus dilawan sampai sebegitunya. Karena itu, akan digiring opininya sehingga yang namanya kelompok teroris itu adalah Libya, Libanon, Irak, dan lainnya," tegas Kang Jalal lagi. 

Padahal, opini yang akan diciptakan itu akan dengan mudah dibantah karena pada kenyataannya kebanyakan orang Islam sendiri tidak terlalu pintar untuk melakukan serangan semacam itu. "Jujur saja, kebanyakan orang Islam kan tidak terlalu pintar," katanya lagi. 

Teori kelima, yang melakukan serangan teror itu justru pemerintahan Presiden Bush untuk mengangkat kembali popularitas dan mempersatukan rakyat AS. "Presiden Bush mengalami kegagalan membangkitkan ekonomi AS yang dilanda resesi. Polling soal popularitasnya pun turun drastis," tutur Kang Jalal. 

Karena krisis legitimasi itulah, bisa jadi dibuat satu skenario untuk mempersatukan kembali rakyat AS dan mengangkat popularitasnya. "Dari sisi itu, Bush sudah berhasil. Bahkan Kongres yang biasanya menentang, sudah berhasil dirangkulnya. Bush dengan bangga kemudian menyatakan bahwa dengan insiden itu, ‘we are now really united,’ – kami sekarang betul-betul bersatu," tegas Kang Jalal. 

Di sisi lain, tidak bisa disangkal lagi bahwa ekonomi AS sebetulnya sangat banyak ditopang oleh industri persenjataan. Dengan tidak adanya konflik dan peperangan, membuat industri itu terpukul. 

Selain itu, dalam pengamatan Kang Jalal, politik luar negeri AS sangat tergantung dengan adanya figur musuh negara. "Dahulu ada Uni Sovyet, ada Ayatullah Khomeini, Saddam Hussein, Muammar Khadaffi, dan lainnya. Semuanya kurang bergema saat ini, maka diciptakanlah musuh baru bersama bernama Osama bin Laden," katanya mencontohkan. 

Teori keenam, adalah dengan adanya pengakuan Tentara Merah Jepang yang membalas dendam atas pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. "Tetapi AS tidak mau membeli itu, karena itu berarti harus mengajak rakyatnya memusuhi rakyat Jepang. Media barat pun tidak mau mengangkat itu. Justru Osama bin Laden yang tidak mengaku melakukan yang tetap diangkat-angkat dalam pemberitaan. Tetapi soal klaim Tentara Merah Jepang, sama sekali tidak digubris," paparnya. 

Keenam teori itu, menurutnya bisa masuk akal tetapi bisa juga "teori gila". Dari "teori gila" yang ada itu, Kang Djalal lebih cenderung bahwa lobi Israel dan Yahudi yang paling kuat alasan, latar belakang, maupun dari sudut teknis pelaksanaannya. 

Karena semuanya berbasis "teori gila", katanya, masih ada satu teori gila lagi yang bisa saja dimunculkan karena memiliki tesis yang sama. "Bisa saja pelakunya Gus Dur, yang marah karena dilengserkan oleh AS dari kursi kepresidenan. Karena Gus Dur itu seorang wali, maka dikerahkanlah Pasukan Berani Mati dan pasukan jin untuk membawa pesawat itu menabrak WTC dan Pentagon," kata Kang Djalal.

Tujuh Teori Terrors Dahsyat AS Versi Djalaludin Rahmat detikcom - Bandung/18-09-2001, 06.01

www.victorynewsmagazine.com

Home©All rights reserved 2006. VictoryNewsMagazine.com
Hit Counter

h
No responsibility is taken for external sites. Opinions expressed are not necessarily those of VictoryNewsMagazine.com
Disclaimer


Last Updated Saturday, 09 April 2005