|
Sebuah tragedi kemanusiaan terjadi di negara adidaya itu.
Berita di CNN membuat sebuah judul yang sangat menarik
“America Under Attack”. Begitulah hampir semua dunia
menyaksikan tragedi tersebut dari sebuah layar yang
bermacam-macam ukurannya. Kemajuan teknologi informasi yang
ada itu semua memungkinkan kita untuk melihat tragedi apa
saja yang terjadi di sebelahan dunia yang lain. Bukan hanya
melalui sebuah jaringan televisi tetapi sarana itu juga
meliputi media online (internet) yang memuat berita hampir
semuanya memfokuskan pada peristiwa tersebut.
USA, negara yang memiliki kemampuan teknologi yang sangat
cepat berkembang dari negara manapun ternyata tidak dapat
mengantisipasi sebuah aksiden itu. Dan orang yang melakukan
rencana itu dengan menyerang pusat-pusat perekonomian
Amerika “simbol kapitalisme” dan Pentagon merupakan
sebuah rencana yang sungguh jitu dan tepat. Dan seketika itu
juga beberapa pusat perdagangan saham di Amerika tutup
seketika.
Dalam istilah lain bahwa dengan sebuah modal keberanian
dan pisau lipat kata sebuah koran harian di Jakarta dapat
meleburkan gedung tertinggi pertama di dunia sebelum gedung
yang tertinggi lagi di buat di Chicago dan kantor pusat
pertahanan Amerika ‘Pentagon” yang sebagian gedungnya
rusak. High tactic low techology mungkin itu sebuah istilah
yang tepat bagi teroris tersebut dalam melancarkan semua
serangannya. Tapi duduk persoalannya adalah bahwa yang jadi
korban adalah rakyat sipil yang tidak tahu menahu mengenai
hal tersebut dan menjadi korban yang memang sepertinya di
korban untuk sebuah rencana yang besar.
Pelajaran yang berharga tersebut buat politisi Amerika
yang memegang kendali pada sebuah pemerintahan seharusnya
sadar dan tahu betul bahwa itu semua adalah sebuah kesalahan
yang dilakukan selama ini. Tapi yang sangat mengherankan
bahwa tudingan tersebut kembali terjadi pada dunia Islam
yang digeneralisasikan pada semuanya dan itu sangatlah tidak
adil.
Semua media merekam hal tersebut dan menyebarkannya ke
publik dalam membentuk opini seluruh dunia bahwa yang
melakukan tersebut dari kelompok fundamentalis Islam.
Akibatnya terjadi sebuah chaos opini dalam publik dunia saat
ini bahwa islam di mata mereka identik dengan terorism.
Mungkin kita masih ingat tentang kasus pemboman yang
terjadi sebelum malapetaka terbesar di Amerika itu terjadi
beberapa hari yang lalu. Tudingan oleh pemerintah Amerika
kepada garis keras Islam terjadi khususnya kepada Usama bin
Laden tapi tudingan itu ternyata salah dan yang melakukan
itu sendiri adalah rakyat Amerika yang sangat membenci
politik kotor yang dilakukan oleh pemerintah Amerika
khususnya para politisi yang menduduki White House sebuah
simbol yang dibanggakan oleh rakyat Amerika tapi oleh
seorang pemimpin spiritual dari Iran yaitu Ayatullah
Khomeini menyebutnya sebagai berhala dunia saat ini.
Ada baiknya kita sebagai generasi yang harus tahu
mengenai hal tersebut menginstruksi diri masing-masing dan
mencari sebuah kebenaran yang hakiki dalam melihat sebuah
tragedi kemanusiaan yang terjadi di Amerika. Empati yang
layak kita berikan kepada warga sipil Amerika yang tidak
mengetahui apa-apa dan menjadi korban. Dan semoga empati
kita ini merupakan belasungkawa atas kejadian tersebut.
Semoga.
|