Victory News Magazine

Tragedi WTC dan High Tactic Low Technology

Index
| Ahadith | Articles | Ashurra
| Awards | Calendar | Contact Us | Dua'as | DVD | Gallery | Haj | Holy Places | Home | Islamic Arts | Member Writers | Muharram | Online Books | Poetry | Ramadhan | The Beauty of The Muslim Woman |
www.victorynewsmagazine.com

By Lukman ul-Hakim

JAKARTA, Indonesia.

19th September, 2001

Sebuah tragedi kemanusiaan terjadi di negara adidaya itu. Berita di CNN membuat sebuah judul yang sangat menarik “America Under Attack”. Begitulah hampir semua dunia menyaksikan tragedi tersebut dari sebuah layar yang bermacam-macam ukurannya. Kemajuan teknologi informasi yang ada itu semua memungkinkan kita untuk melihat tragedi apa saja yang terjadi di sebelahan dunia yang lain. Bukan hanya melalui sebuah jaringan televisi tetapi sarana itu juga meliputi media online (internet) yang memuat berita hampir semuanya memfokuskan pada peristiwa tersebut. 

USA, negara yang memiliki kemampuan teknologi yang sangat cepat berkembang dari negara manapun ternyata tidak dapat mengantisipasi sebuah aksiden itu. Dan orang yang melakukan rencana itu dengan menyerang pusat-pusat perekonomian Amerika “simbol kapitalisme” dan Pentagon merupakan sebuah rencana yang sungguh jitu dan tepat. Dan seketika itu juga beberapa pusat perdagangan saham di Amerika tutup seketika. 

Dalam istilah lain bahwa dengan sebuah modal keberanian dan pisau lipat kata sebuah koran harian di Jakarta dapat meleburkan gedung tertinggi pertama di dunia sebelum gedung yang tertinggi lagi di buat di Chicago dan kantor pusat pertahanan Amerika ‘Pentagon” yang sebagian gedungnya rusak. High tactic low techology mungkin itu sebuah istilah yang tepat bagi teroris tersebut dalam melancarkan semua serangannya. Tapi duduk persoalannya adalah bahwa yang jadi korban adalah rakyat sipil yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut dan menjadi korban yang memang sepertinya di korban untuk sebuah rencana yang besar. 

Pelajaran yang berharga tersebut buat politisi Amerika yang memegang kendali pada sebuah pemerintahan seharusnya sadar dan tahu betul bahwa itu semua adalah sebuah kesalahan yang dilakukan selama ini. Tapi yang sangat mengherankan bahwa tudingan tersebut kembali terjadi pada dunia Islam yang digeneralisasikan pada semuanya dan itu sangatlah tidak adil. 

Semua media merekam hal tersebut dan menyebarkannya ke publik dalam membentuk opini seluruh dunia bahwa yang melakukan tersebut dari kelompok fundamentalis Islam. Akibatnya terjadi sebuah chaos opini dalam publik dunia saat ini bahwa islam di mata mereka identik dengan terorism. 

Mungkin kita masih ingat tentang kasus pemboman yang terjadi sebelum malapetaka terbesar di Amerika itu terjadi beberapa hari yang lalu. Tudingan oleh pemerintah Amerika kepada garis keras Islam terjadi khususnya kepada Usama bin Laden tapi tudingan itu ternyata salah dan yang melakukan itu sendiri adalah rakyat Amerika yang sangat membenci politik kotor yang dilakukan oleh pemerintah Amerika khususnya para politisi yang menduduki White House sebuah simbol yang dibanggakan oleh rakyat Amerika tapi oleh seorang pemimpin spiritual dari Iran yaitu Ayatullah Khomeini menyebutnya sebagai berhala dunia saat ini. 

Ada baiknya kita sebagai generasi yang harus tahu mengenai hal tersebut menginstruksi diri masing-masing dan mencari sebuah kebenaran yang hakiki dalam melihat sebuah tragedi kemanusiaan yang terjadi di Amerika. Empati yang layak kita berikan kepada warga sipil Amerika yang tidak mengetahui apa-apa dan menjadi korban. Dan semoga empati kita ini merupakan belasungkawa atas kejadian tersebut. Semoga.

www.victorynewsmagazine.com

Home©All rights reserved 2006. VictoryNewsMagazine.com
Hit Counter

h
No responsibility is taken for external sites. Opinions expressed are not necessarily those of VictoryNewsMagazine.com
Disclaimer


Last Updated Saturday, 09 April 2005